Monday, December 16, 2013
Laba laba Penghisap Darah Ternyata Menyukai Bau Kaus Kaki
Dari penelitian terakhir, diketahui bahwa sebuah spesies laba-laba yang mangsa utamanya adalah nyamuk pembawa penyakit malaria, yakni Anopheles gambiae, sangat tertarik dengan bau keringat di kaus kaki.
Dari penelitian terakhir, diketahui bahwa sebuah spesies laba-laba yang mangsa utamanya adalah nyamuk pembawa penyakit malaria, yakni Anopheles gambiae, sangat tertarik dengan bau keringat di kaus kaki.
Peneliti asal Inggris dan Kenya membuktikannya dalam sebuah eksperimen. Mereka menggunakan kaus kaki bekas pakai untuk mengetahui apakah laba-laba yang dimaksud juga memiliki sifat yang sama dengan sifat mangsanya, yakni tertarik dengan bau-bauan dari manusia.
Ternyata, laba-laba jenis ini tampak telah mengembangkan ketertarikan terhadap bau kaki manusia untuk membantu mereka menemukan mangsa. Temuan ini dilaporkan pada jurnal Biology Letters.
Menurut peneliti, manusia kini bisa merekrut Evarcha culicivora, laba-laba lompat Afrika Timur tersebut, dalam memerangi malaria. Caranya dengan mengajak laba-laba itu tinggal di rumah yang dipenuhi dengan kaus kaki bau.
Fiona Cross, peneliti dari University of Canterbury, Inggris dan Robert Jackson, dari International Centre of Insect Physiology and Ecology, Kenya melakukan penelitian tersebut.
Mereka tertarik meneliti spesies laba-laba itu karena laba-laba itu merupakan pemangsa satu-satunya yang secara spesifik memangsa nyamuk penyebab malaria tersebut.
“Kami memiliki kecurigaan bahwa bau manusia sangat menarik bagi laba-laba sebelum melakukan eksperimen ini,” kata Cross, seperti dikutip dari BBC.
“Padahal umumnya, laba-laba ini tinggal di rerumputan tinggi di luar rumah atau di gedung-gedung yang ditinggali manusia."
Untuk membuktikan kecurigaan itu, mereka merancang peralatan eksperimen berbasis aroma yang disebut sebagai olfactometer.
Mereka kemudian menempatkan laba-laba uji dalam sebuah wadah. Udara kemudian dipompakan ke masing-masing wadah.
Masing-masing udara datang dari kotak yang berisi kaus kaki bersih dan kaus kaki bekas dipakai yang memiliki bau keringat kaki manusia.
Bagi tiap laba-laba, peneliti juga menyediakan pintu darurat agar mereka bisa melarikan diri kapan saja ke ruangan yang tidak diberi bau apapun.
"Ternyata, laba-laba yang diberi aroma kaus kaki bau, betah berlama-lama di ruangan yang dihembuskan bau tersebut, dibandingkan laba-laba yang dihembuskan bau kaus kaki yang baru dicuci," kata Cross.
"Kenyataan bahwa laba-laba menemukan bahwa bau manusia sangat menarik belum pernah diketahui sebelumnya."
Cross menyebutkan, penemuan ini berkaitan dengan perilaku lain laba-laba ini. "Saat mereka menemukan bau darah, mereka bisa menjadi sangat rakus dan bisa membunuh hingga 20 nyamuk secara terus menerus, meski tidak memakan seluruhnya," ucapnya.
Saat ini, kata Cross, mereka perlu mempelajari lebih lanjut perilaku seperti itu. "Mereka menjadi gila saat berada di sekeliling nyamuk yang sudah menghisap darah," ucapnya.
Meski kedengarannya mengerikan, kedua peneliti yakin bahwa makhluk haus darah itu bisa membantu manusia dalam memenangkan pertempuran kompleks melawan malaria.
"Laba-laba itu ada di lingkungan dan tersedia secara gratis," kata Cross. "Lalu kenapa kita tidak mencari cara untuk memanfaatkan predator menarik ini?"
Cross dan rekan-rekannya kini mencari cara bagaimana manusia bisa mengundang laba-laba ini ke dalam rumah tanpa mengundang pula nyamuk.
"Di kawasan yang dilanda wabah malaria, orang-orang perlu menyambut kedatangan makhluk tersebut ke dalam rumahnya," ucapnya.
Sumber :
teknologi.vivanews.com
Peneliti asal Inggris dan Kenya membuktikannya dalam sebuah eksperimen. Mereka menggunakan kaus kaki bekas pakai untuk mengetahui apakah laba-laba yang dimaksud juga memiliki sifat yang sama dengan sifat mangsanya, yakni tertarik dengan bau-bauan dari manusia.
Ternyata, laba-laba jenis ini tampak telah mengembangkan ketertarikan terhadap bau kaki manusia untuk membantu mereka menemukan mangsa. Temuan ini dilaporkan pada jurnal Biology Letters.
Menurut peneliti, manusia kini bisa merekrut Evarcha culicivora, laba-laba lompat Afrika Timur tersebut, dalam memerangi malaria. Caranya dengan mengajak laba-laba itu tinggal di rumah yang dipenuhi dengan kaus kaki bau.
Fiona Cross, peneliti dari University of Canterbury, Inggris dan Robert Jackson, dari International Centre of Insect Physiology and Ecology, Kenya melakukan penelitian tersebut.
Mereka tertarik meneliti spesies laba-laba itu karena laba-laba itu merupakan pemangsa satu-satunya yang secara spesifik memangsa nyamuk penyebab malaria tersebut.
“Kami memiliki kecurigaan bahwa bau manusia sangat menarik bagi laba-laba sebelum melakukan eksperimen ini,” kata Cross, seperti dikutip dari BBC.
“Padahal umumnya, laba-laba ini tinggal di rerumputan tinggi di luar rumah atau di gedung-gedung yang ditinggali manusia."
Untuk membuktikan kecurigaan itu, mereka merancang peralatan eksperimen berbasis aroma yang disebut sebagai olfactometer.
Mereka kemudian menempatkan laba-laba uji dalam sebuah wadah. Udara kemudian dipompakan ke masing-masing wadah.
Masing-masing udara datang dari kotak yang berisi kaus kaki bersih dan kaus kaki bekas dipakai yang memiliki bau keringat kaki manusia.
Bagi tiap laba-laba, peneliti juga menyediakan pintu darurat agar mereka bisa melarikan diri kapan saja ke ruangan yang tidak diberi bau apapun.
"Ternyata, laba-laba yang diberi aroma kaus kaki bau, betah berlama-lama di ruangan yang dihembuskan bau tersebut, dibandingkan laba-laba yang dihembuskan bau kaus kaki yang baru dicuci," kata Cross.
"Kenyataan bahwa laba-laba menemukan bahwa bau manusia sangat menarik belum pernah diketahui sebelumnya."
Cross menyebutkan, penemuan ini berkaitan dengan perilaku lain laba-laba ini. "Saat mereka menemukan bau darah, mereka bisa menjadi sangat rakus dan bisa membunuh hingga 20 nyamuk secara terus menerus, meski tidak memakan seluruhnya," ucapnya.
Saat ini, kata Cross, mereka perlu mempelajari lebih lanjut perilaku seperti itu. "Mereka menjadi gila saat berada di sekeliling nyamuk yang sudah menghisap darah," ucapnya.
Meski kedengarannya mengerikan, kedua peneliti yakin bahwa makhluk haus darah itu bisa membantu manusia dalam memenangkan pertempuran kompleks melawan malaria.
"Laba-laba itu ada di lingkungan dan tersedia secara gratis," kata Cross. "Lalu kenapa kita tidak mencari cara untuk memanfaatkan predator menarik ini?"
Cross dan rekan-rekannya kini mencari cara bagaimana manusia bisa mengundang laba-laba ini ke dalam rumah tanpa mengundang pula nyamuk.
"Di kawasan yang dilanda wabah malaria, orang-orang perlu menyambut kedatangan makhluk tersebut ke dalam rumahnya," ucapnya.
Sumber :
teknologi.vivanews.com
Sunday, December 15, 2013
Ritual Unik Suku Toraja Membersihkan dan Mengganti Busana Jenazah Leluhur
Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman tokoh yang dihormati.
Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman tokoh yang dihormati.
Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma’ Nene’, yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur.

Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Biasanya, Ma’ Nene’ digelar tiap bulan Agustus. Saat Ma’ Nene’ berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara.
Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar.


Ritual Ma’ Nene’ oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada para leluhur, tokoh dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Mereka tetap berharap, arwah leluhur menjaga mereka dari gangguan jahat, hama tanaman, juga kesialan hidup.
Asal Muasal Ritual Ma Nene di Baruppu
Kisah turun-temurun menyebutkan, pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Saat sedang berburu di kawasan hutan pegunungan Balla, bukannya menemukan binatang hutan, ia malah menemukan jasad seseorang yang telah lama meninggal dunia. Mayat itu tergeletak di bawah pepohonan, terlantar, tinggal tulang-belulang.
Merasa kasihan, Pong Rumasek kemudian merawat mayat itu semampunya. Dibungkusnya tulang-belulang itu dengan baju yang dipakainya, lalu diletakkan di areal yang lapang dan layak. Setelah itu, Pong Rumasek melanjutkan perburuannya.
Tak dinyana, semenjak kejadian itu, setiap kali Pong Rumasek berburu, ia selalu memperoleh hasil yang besar. Binatang hutan seakan digiring ke dirinya. Bukan hanya itu, sesampainya di rumah, Pong Rumasek mendapati tanaman padi di sawahnya pun sudah menguning, bernas dan siap panen sebelum waktunya.
Pong Rumasek menganggap, segenap peruntungan itu diperolehnya berkat welas asih yang ditunjukkannya ketika merawat mayat tak bernama yang ditemukannya saat berburu. Sejak itulah, Pong Rumasek dan masyarakat Baruppu memuliakan mayat para leluhur, tokoh dan kerabat dengan upacara Ma’ Nene’.
Dalam ritual Ma’ Nene’ juga ada aturan tak tertulis yang mengikat warga. Misalnya, jika seorang istri atau suami meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi sebelum mengadakan Ma’ Nene’ untuknya.
Ketika Ma’ Nene’ digelar, para perantau asal Baruppu yang bertebaran ke seantero negeri akan pulang kampung demi menghormati leluhurnya.
Warga Baruppu percaya, jika Ma’ Nene’ tidak digelar maka leluhur juga akan luput menjaga mereka. Musibah akan melanda, penyakit akan menimpa warga, sawah dan kebun tak akan menghasilkan padi yang bernas dan tanaman yang subur.
Sumber :
situslakalaka.blogspot.com
Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma’ Nene’, yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur.

Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Biasanya, Ma’ Nene’ digelar tiap bulan Agustus. Saat Ma’ Nene’ berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara.
Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar.


Ritual Ma’ Nene’ oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada para leluhur, tokoh dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Mereka tetap berharap, arwah leluhur menjaga mereka dari gangguan jahat, hama tanaman, juga kesialan hidup.
Asal Muasal Ritual Ma Nene di Baruppu
Kisah turun-temurun menyebutkan, pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Saat sedang berburu di kawasan hutan pegunungan Balla, bukannya menemukan binatang hutan, ia malah menemukan jasad seseorang yang telah lama meninggal dunia. Mayat itu tergeletak di bawah pepohonan, terlantar, tinggal tulang-belulang.
Merasa kasihan, Pong Rumasek kemudian merawat mayat itu semampunya. Dibungkusnya tulang-belulang itu dengan baju yang dipakainya, lalu diletakkan di areal yang lapang dan layak. Setelah itu, Pong Rumasek melanjutkan perburuannya.
Tak dinyana, semenjak kejadian itu, setiap kali Pong Rumasek berburu, ia selalu memperoleh hasil yang besar. Binatang hutan seakan digiring ke dirinya. Bukan hanya itu, sesampainya di rumah, Pong Rumasek mendapati tanaman padi di sawahnya pun sudah menguning, bernas dan siap panen sebelum waktunya.
Pong Rumasek menganggap, segenap peruntungan itu diperolehnya berkat welas asih yang ditunjukkannya ketika merawat mayat tak bernama yang ditemukannya saat berburu. Sejak itulah, Pong Rumasek dan masyarakat Baruppu memuliakan mayat para leluhur, tokoh dan kerabat dengan upacara Ma’ Nene’.
Dalam ritual Ma’ Nene’ juga ada aturan tak tertulis yang mengikat warga. Misalnya, jika seorang istri atau suami meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi sebelum mengadakan Ma’ Nene’ untuknya.
Ketika Ma’ Nene’ digelar, para perantau asal Baruppu yang bertebaran ke seantero negeri akan pulang kampung demi menghormati leluhurnya.
Warga Baruppu percaya, jika Ma’ Nene’ tidak digelar maka leluhur juga akan luput menjaga mereka. Musibah akan melanda, penyakit akan menimpa warga, sawah dan kebun tak akan menghasilkan padi yang bernas dan tanaman yang subur.
Sumber :
situslakalaka.blogspot.com
Saturday, December 14, 2013
5 Kisah Kapal Hantu Paling Terkenal di Dunia
Ada banyak cerita tentang Kapal Hantu di dunia ini, dari generasi ke generasi di ceritakan tentang cerita menyeramkan tersebut, termasuk diantaranya :
1. The Octavius

Cerita dimulai dari sebuah Kapal penangkap ikan paus bernama Herald tahun 1775 di laut Arktik secara tidak sengaja menemukan sebuah kapal besar terapung-apung di lautan. Ketika di Dekati baru diketahui kapal tersebut bernama lambung The Octavius, The Octavius sendiri juga merupakan kapal penangkap ikan paus, tak ada tanda-tanda kehidupan di Kapal tersebut hingga seorang kru kapal Herald memberanikan diri untuk menaiki kapal tersebut.
Secara mengejutkan kru tersebut menemukan puluhan mayat kru kapal The Octavius tergeletak membeku, diduga kru-kru tersebut mati kedinginansetelah lama tersesat di lau Arktik dan kehabisan bekal. Yang paling mencengangkan ternyata Kapal The Octavius telah dilaporkan hilang 13 Tahun yang lalu, jadi selama jeda waktu tersebut Kapal tersebut hanya terombang-ambing di lautan, setelah penemuan kapal tersebut hingga kini tersiar kabar banyak kapal-kapal penangkap ikan melihat penampakan The Octaviusdi Lautan Arktik, ketika didekati kapaltersebut mendadak menghilang di dalam kabut.
1. The Octavius

Cerita dimulai dari sebuah Kapal penangkap ikan paus bernama Herald tahun 1775 di laut Arktik secara tidak sengaja menemukan sebuah kapal besar terapung-apung di lautan. Ketika di Dekati baru diketahui kapal tersebut bernama lambung The Octavius, The Octavius sendiri juga merupakan kapal penangkap ikan paus, tak ada tanda-tanda kehidupan di Kapal tersebut hingga seorang kru kapal Herald memberanikan diri untuk menaiki kapal tersebut.
Secara mengejutkan kru tersebut menemukan puluhan mayat kru kapal The Octavius tergeletak membeku, diduga kru-kru tersebut mati kedinginansetelah lama tersesat di lau Arktik dan kehabisan bekal. Yang paling mencengangkan ternyata Kapal The Octavius telah dilaporkan hilang 13 Tahun yang lalu, jadi selama jeda waktu tersebut Kapal tersebut hanya terombang-ambing di lautan, setelah penemuan kapal tersebut hingga kini tersiar kabar banyak kapal-kapal penangkap ikan melihat penampakan The Octaviusdi Lautan Arktik, ketika didekati kapaltersebut mendadak menghilang di dalam kabut.
2. The Joyita

Ditahun 1955 sebuah kapal disewa oleh sekelompok nelayan yang berjumlah 25 orang yang digunakan untuk menangkap ikan di perairan Pasifik Selatan. dalam persetujuaan antara pihak penyewa dan pemilik kapa yang harus melapor setiap satu jam sekali namuan di jam ke 7 kapal tersebut tidak melaporkan diri. Demi keselamatan para awak kapal maka dikerahkanlah tim SAR untuk menemukan kapal tersebut.
Setelah pencarian yang melibatkan semua tim SAR yang ada. The Joyita tak ditemukan sampai akhirnya 5 minggu kemudian ditemukan terapung-apung sejauh 600 mil, atau 1000km dari tempatnya menghilang.
Ketika kapal ditemukan tak satupun dari 25 awak kapal tersebut di temukan, para tim SAR hanya menemukan kerusakan yang diduga sekelompok bajak laut telah menyerang kapal ini. dari hasil penyeledikan pula ditemukan beberapa ceceran darah di dek kapal, diduga para pembajak membunuh semua kru kapal dan melemparnya ke laut.
3. The Lady Lovibond

Lady Lovibond adalah sebuah kapal yang digunakan sepasang pengantin baru untuk melakukan bulan madu, pada waktu bersamaan bebeberapa kru juga di ikut sertakan dalam kapal itu, salah satunya mantan pacar si istri yang tidak diketahui oleh si suami yang bernama Simon Peel, mantan pacar si istri merasa dendam lalu membunuh pasangan pengantin itu dan semua kru dengan belati, dan ia sendiri menabrakan kapal tersebut ke gugusan karang hingga tenggelam 13 Februari 1748.
Cerita keangkeran laut itupun masih ada hingga sekarang, laporan terakhir dari para nelayan yang pernah melihat kapal tersebut di tahun 1998 ketika melintasi gugusan karang ditempat kapal tersebut tenggelam.
4. The Mary Celeste

Kapal bernama Mary Celeste, sebuah kapal dagang yang ditemukan tak berawak dan terapung-apung di Samudera Atlantik pada tahun 1872. hal yang paling mengerikan adalah ketika ditemukan kapal ini mengapung begitu saja dilautan tanpa ditemukan satupun awak, padahal saat berangkat kapal ini membawa setidaknya 80an awak
Temuan lain menyebutkan kapal ini berada pada kondisi yang sangat amat baik, tak ada kerusakan di dalam kapal bahkan layar kapalpun masih mengembang tanpa robek, cerita menakutkan lainya dari kapal The Mary Celeste adalah posisi barang-barang didalam kapal masih berada pada tempatnya.
Jika kapal ini dibajak kemungkinan barang-barang berharga pastilah akan menghilang dan setidaknya mungkin ada perlawanan yang bisa menimbulkan kerusakan namun semua itu tidak ditemukan di kapal ini. kru kapal ini bagai menghilang begitu saja secara misterius. beberapa teori gila tentang kapal ini pun mulai muncul dari secara tidak sengaja memasuki perairan segitiga bermuda sampai diculik Alien. namun semua itu tentang The Mary Celeste akan tetap menjadi misteri hingga kini.
5. The Flying Dutchman

Patung Kapal The Flying Dutchman di tanjung harapan
Dan inilah cerita kapal hantu paling terkenal di dunia, The Flying Dutchman. sebuah kapal dagang asal Belanda pada tahun 1700an mengarungi samudra untuk melakukan perjalanan ke daerah kolonial saat itu (diduga Indonesia). taukahkamu di tahun 1700an terusan suez belum ada jadi jika kapal-kapal asal eropa yang ingin ke asia harus memutari benua afrika, daerah paling sulit dilalui saat itu adalah tanjung harapan, karena disana pertemuan arus antara samudra Hindia yang hangat dan samudra atlantik yang dingin menimbulkan arus laut paling ganas di dunia. dinamai Tanjung harapan karena untuk melewati tanjung ini satu-satunya yang dilakukan adalah berharap agar kapal tak ditelan arus ganas tanjung harapan.

Kapal pesiar Disney sedang melewai patung Kapal The Flying Duchman
Arus ganas itupun memakan korban, sebuah kapal yang dikapteni oleh Van der Decken berkebangsaan Belanda berputar ditanjung tersebut karena tertelan arus laut, karena frustasi tak mampu keluar dari arus tersebut Van der Decken akhirnya frustrasi dan menjadi gila sehingga membunuh istrinya yang kebetulan dia ajak, tak berhenti sampai disana ketika sudah kehilangan akal Van der Decken bersumpah ia akan keluar dari pusaran raksasa yang lebarnya 300km akibat pertemuan 2 arus samudra, "walau sampai kiamatpun aku akan menemukan jalan keluar dari laut ini".
Tapi hal yang tidak ia ketahui tentang arus itu ialah tak seperti kapal jaman sekarang yang menggunakan tenaga mesin akan dengan mudah keluar dari arus itu. lain halnya jika yang berada di arus itu adalah kapal layar tahun 1700an sudah pasti tak akan mampu.
sampai akhirnya kapal tersebut hilang dan hingga sekarang tak pernah ditemukan, ada cerita mengatakan Van der Decken telah dikutuk karena perkataannya. sehingga ia dikutuk untuk terus berada di lautan, banyak cerita mengatakan melihat penampakan kapal tersebut hingga kini.
Kisah Cinta Manusia Purba
Manusia purba pun sudah punya konflik keluarga, ketika sang putri tercinta memilih pria yang tidak sepadan dengan pandangan sang ayah. Seperti apa ya kisahnya? Bersiaplah dengan film animasi THE CROODS, karya teranyar Dreamworks.
Film ini mengangkat cerita satu keluarga manusia gua yang harus bertahan hidup menghadapi dunia baru yang terus menerus berubah di bawah kaki mereka.
Film ini mengangkat cerita satu keluarga manusia gua yang harus bertahan hidup menghadapi dunia baru yang terus menerus berubah di bawah kaki mereka.

Penggambaran filmnya sangat bagus. Pengisi suara film animasi ini adalah Nicholas Cage sebagai Grug, pahlawan Croods, bersama putrinya (Emma Stone) yang tumbuh dewasa dan jatuh cinta kepada Guy (Ryan Reynolds).
Guy digambarkan sebagai sosok yang sudah lebih maju berevolusi dan menjadi ancaman perubahan bagi Grug si keras kepala. "Ini tidak berkisah meteor atau lahar atau mamot yang jatuh terperosok ke dalam retakan bumi. Ini kisah tentang puterinya yang berubah di depan mata dan hidup bersama seseorang yang dianggapnya sepadan," kata Kirk De Micco, asisten sutradara yang menggarap The Croods bersama Chris Sanders.
DreamWork meraup sukses melalui waralaba SHREK, MADAGASCAR dan KUNGFU PANDA, meski merugi pada GUARDIANS tahun lalu. THE CROODS diperkirakan akan menjadi kebangkitan Dreamworks.
Lihat dulu trailernya:
Guy digambarkan sebagai sosok yang sudah lebih maju berevolusi dan menjadi ancaman perubahan bagi Grug si keras kepala. "Ini tidak berkisah meteor atau lahar atau mamot yang jatuh terperosok ke dalam retakan bumi. Ini kisah tentang puterinya yang berubah di depan mata dan hidup bersama seseorang yang dianggapnya sepadan," kata Kirk De Micco, asisten sutradara yang menggarap The Croods bersama Chris Sanders.
DreamWork meraup sukses melalui waralaba SHREK, MADAGASCAR dan KUNGFU PANDA, meski merugi pada GUARDIANS tahun lalu. THE CROODS diperkirakan akan menjadi kebangkitan Dreamworks.
Lihat dulu trailernya:
Sumber:
kapanlagi
Friday, December 13, 2013
10 Simbol Umum Dalam Mimpi Dan Artinya
Ada mimpi yang tampak jelas ketika dialami, tetapi langsung dilupakan ketika bangun. Ada pula mimpi yang sama berulang-ulang setiap hari, minggu, hingga bulan. Mimpi memang misterius sekaligus menarik dibicarakan.

Selengkapnya »
ReadFull Article ..

Selengkapnya »
Logitech K310 Keyboard Mantap yang Bisa di Cuci
Keyboard merupakan perangkat utama sebuah komputer atau notebook yang rawan kotor dan menjadi kecerobohan manusia. Mulai dari kotoran di tangan yang menempel, hingga minuman yang tumpah atau makanan yang jatuh di permukaan keyboard. Karena Keyboard merupakan perangkat elektronik maka sudah pasti sulit untuk dibersihkan. Namun kini Anda tak perlu khawatir dengan semua itu, pasalnya Logitech telah meluncurkan sebuah Keyboard yang dapat dicuci dan direndam dalam air sehingga mudah untuk dicuci.

Produk keyboard terbaru itu berlabel Logitech K310 yang akan resmi dipasarkan pada Oktober 2012 nanti. Keyboard ini secara visual memang tak banyak berbeda dengan keyboard pada umumnya. Namun Logitech K310 memiliki lubang lubang drainase pada bagian belakang dan di bawah tombol karakter, sehingga memungkinkan air mengalir tanpa menggenang di dalam keyboard. Selain itu, Logitech K310 dicetak menggunakan laser untuk karakter hurufnya dan diberi lapisan UV agar tidak mudah memudar ketika dicuci.

Untuk mencuci keyboard ini, kita bisa memercikkan air ke seluruh bagian keyboard, atau bahkan merendamnya ke dalam air sedalam 11 inchi. Kemudian keyboard dikeringkan dan bisa digunakan kembali. Dengan cara seperti ini, maka keyboard akan selalu tampak bersih dan rapi. Logitech K310 mendukung sistem operasi mulai dari Windows XP, Vista dan 7. Untuk masalah harga, Logitech K310 dibanderol dengan harga US $40 atau sekitar Rp. 380.000.
sumber : viva.co.id
Thursday, December 12, 2013
Usaha Tanaman Hias Nursery yang Bermekaran
Memulai sebuah usaha botani tanaman hias memang tidak terlepas dari hobi. Banyak wirausahawan yang telah sukses bisnis tanaman hias karena bermula dari sekedar kegemaran dan kecintaannya terhadap menata dan mengkoleksi aneka jenis tanaman hias.
Membangun usaha tanaman hias atau Nursery merupakan usaha yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan, karena ketika memulai hingga dapat menghasilkan uang, dibutuhkan waktu minimal 6 bulan. Jadi dalam bisnis ini, hobi lebih diutamakan daripada mengejar keuntungan dengan cepat. Untuk membangun sebuah tempat usaha nurseri, diperlukan banyak modal, antara lain : lahan usaha, pot, berbagai jenis tanaman, pupuk dan obat-obatan, dan sumber air.

Dengan ukuran luas lahan sekitar 4 are, anda telah dapat membangun usaha nursery yang cantik dan lengkap. Beberapa pemilik nursery yang mempunyai lahan terbatas biasanya memanfaatkan areal di depan atau belakang rumahnya.
Pemilihan ragam tanaman hias juga harus ditentukan dengan cermat. Untuk tahap awal lebih baik memilih jenis tanaman yang mudah berkembang dan gampang dalam perawatan. Seiring perjalanannya, maka koleksi tanaman harus ditambahkan dengan berpatokan pada trend tanaman hias yang sedang naik daun (diminati konsumen). Anda tentu masih ingat fenomena harga tanaman hias yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per pohon. Dalam dua tahun terakhir, ada sepuluh macam tanaman yang diburu oleh para pecinta tanaman hias, antara lain anthurium, aglaonema, philodendrom, sanseviera, puring, nepenthes, adenium, kadaka, euphorbia, dan anggrek.

Dalam usaha nursery, perawatan terhadap tanaman hias, seperti penyiraman, penyiangan, pembibitan dan pemilihan tanaman yang telah terkena penyakit, merupakan rutinitas yang wajib dilakukan. Agar tanaman hias senantiasa dalam keadaan sehat, diperlukan juga berbagai bahan obat-obatan dan pupuk tanaman, misalnya pupuk urea, KCL, kompos, pupuk kandang, dakastar, hyponex, dan sebagainya.
Dalam pemasaran tanaman hias bagi bisnis nursery tersebut, ada berbagai pilihan yang bisa dilakukan. Misalnya yang paling konvensional adalah memasang papan nama di depan areal nursery (open house), sehingga diketahui oleh orang banyak. Selain itu, langkah lain yang bisa ditempuh diantaranya ikut pameran /kontes tanaman hias, menyewa tukang gerobak keliling, menyediakan jasa rental (sewa) tanaman hias, membuat website, atau beriklan di berbagai media massa.
Subscribe to:
Posts (Atom)